Kita pasti sering mendengar kisah Nabi Yusuf alaihis salam.
Ya, Nabi tampan dan penguasa itu menjadi kisah terbaik yang dicantumkan
dalam Al Quran. Kali ini kita akan mencoba mengambil satu mutiara dari
lautan mutiara yang ada di kedalamannya.
Saat Yusuf tumbuh besar di lingkungan
istana Mesir. Ketampanan setengah bumi itu jelas terlihat. Siapapun
wanita yang melihatnya pasti akan terfitnah karenanya. Tak kuasa mata
untuk tidak melihatnya. Bahkan bisa lebih dari itu.
Seperti yang dialami oleh istri penguasa
Mesir. Wanita tercantik di Mesir saat itu, tak tahan digoda oleh
syetan. Ia melakukan makar. Hingga hanya tinggal dia dan Yusuf dalam
kamar yang dikuncinya. Syahwat bergolak. Syetan semakin bersemangat.
Sekian waktu Yusuf dalam paksaan wanita itu, dalam ruangan itu. Sampai ayat berikut menggambarkan keadaan hati Yusuf,
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan
itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita
itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah,
agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Qs. Yusuf: 24)
Tak hanya wanita itu yang tertarik. Yusuf pun mulai tergoda.
Bagaimana tidak; cantik, istri penguasa tertinggi, aman karena hanya
mereka berdua, tak ada yang berani masuk ke kamar itu.
Tapi lihatlah kalimat ayat di atas. Yusuf mampu menolak semua syahwat
yang mulai meninggi itu. Padahal jelas bukan hal sederhana, memadamkan
syahwat yang mulai membara. Tidak nasehat mampu memadamkannya, tidak
pula ayat dibaca sekalipun.
Tapi Yusuf mampu. Ayat di atas menyebutkan bahwa Yusuf tiba-tiba melihat (بُرْهَانَ رَبِّهِ
/ tanda (dari) Tuhannya). Ya, ayat kekuasaan Allah hadir. Yusuf jelas
melihatnya. Dan inilah yang membuatnya mampu berkata: Tidak!
Hanya, pertanyaannya adalah apa ayat Allah yang hadir dan mampu memadamkannya.
Berikut penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya:
“Adapun petunjuk yang dilihatnya, ada beberapa pendapat. Dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, Muhammad bin Sirin, al Hasan, Qotadah, Abu Shalih, adh Dhahhak, Muhammad bin Ishaq dan yang lainnya berkata: Dia melihat wajah ayahnya Ya’qub alaihis salam sedang menggigit jarinya dengan mulutnya.
Dikatakan darinya juga dalam riwayat lain: (Ya’qub) memukul dada Yusuf.”
Syekh Amin Asy Syinqithi dalam tafsirnya Adhwaul Bayan, mengumpulkan pendapat para ulama tentang hal ini.
“Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syekh meriwayatkan dari al Hasan radhiallahu anhu dalam firman Nya {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ} berkata : Dia melihat Ya’qub sedang menggigit jari-jarinya sambil berkata: Yusuf! Yusuf!
“Adapun petunjuk yang dilihatnya, ada beberapa pendapat. Dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, Muhammad bin Sirin, al Hasan, Qotadah, Abu Shalih, adh Dhahhak, Muhammad bin Ishaq dan yang lainnya berkata: Dia melihat wajah ayahnya Ya’qub alaihis salam sedang menggigit jarinya dengan mulutnya.
Dikatakan darinya juga dalam riwayat lain: (Ya’qub) memukul dada Yusuf.”
Syekh Amin Asy Syinqithi dalam tafsirnya Adhwaul Bayan, mengumpulkan pendapat para ulama tentang hal ini.
“Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syekh meriwayatkan dari al Hasan radhiallahu anhu dalam firman Nya {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ} berkata : Dia melihat Ya’qub sedang menggigit jari-jarinya sambil berkata: Yusuf! Yusuf!
Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abusy Syekh meriwayatkan dari Qotadah
radhiallahu anhu dalam ayat tersebut berkata : Dia melihat tanda
kekuasaan Robb nya, yang dengannya Allah jauhkan ia dari maksiat; telah
disampaikan kepada kami bahwa muncul wajah Ya’qub yang sedang menggigit
kedua jarinya sambil berkata: Yusuf! Apakah kamu mau mengerjakan amalnya
orang-orang bodoh, padahal kamu telah tercatat sebagai salah satu Nabi!
Maka itulah petunjuk dan Allah mencabut setiap syahwat yang ada di
setiap persendiannya.
Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abusy Syekh meriwayatkan dari Muhammad bin Sirin radhiallahu anhu pada firmanNya: {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ }
berkata: Ya’qub alaihis salam terlihat sedang menggigit kedua jarinya
sambil berkata: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman
(Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi,
sementara kamu sekarang melakukan perbuatan orang-orang bodoh!”
Ternyata yang ayat Allah yang hadir adalah :
Ternyata yang ayat Allah yang hadir adalah :
- Wajah sang ayah; Ya’qub alaihis salam.
- Ya’qub yang berteriak : Yusuf! Yusuf!
- Kemudian teguran dan nasehat sang ayah: Yusuf! Apakah kamu mau mengerjakan amalnya orang-orang bodoh, padahal kamu telah tercatat sebagai di antara para Nabi!
Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman (Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi, sementara kamu sekarang melakukan perbuatan orang-orang bodoh!
Sungguh dahsyat. Saat seseorang terdesak dengan masalah besar.
Seperti Yusuf yang terdesak oleh dosa besar. Saat ia sendiri dan menduga
kesempatan itu terbuka lebar tanpa ada yang mengetahuinya. Maka ayat
Allah yang pernah menghentikan syahwat dalam sejarah hidup Yusuf adalah
bayangan wajah ayah dan nasehatnya.
Pasti Yusuf mempunyai kenangan yang dalam dengan ayahnya; Ya’qub di
masa lalu sebelum mereka dipisahkan. Walau peristiwa itu sudah
bertahun-tahun yang lalu. Tetapi Yusuf mempunyai kenangan kerinduan dan
kebanggaan terhadap sang ayah.
Saat-saat sulit itu telah menghadirkan wajah ayah hadir lengkap
dengan ekspresinya. Ya’qub mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan
dengan menggigit jari-jarinya. Dan Yusuf sangat paham ekspresi ayahnya
itu. Karena Yusuf sangat mungkin pernah melihatnya dan terbiasa,
sehingga ia bisa memahaminya dengan baik.
Tak cukup itu, ayahnya meneriakkan namanya: Yusuf! Yusuf!
Suara ketegasan ayah yang menggugah anak dari keterlarutan dalam
dunia kesalahan. Getar pita suara ayah itu mampu menggetarkan hati anak.
Karena memang ini ayah yang berwibawa.
Nasehat pun menyusul. Mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan amal
orang-orang bodoh yang tidak terbimbing wahyu. Padahal Yusuf adalah
calon orang besar, tercatat di antara para Nabi.
Nasab kebesaran itupun disebutkan. Bahwa Yusuf membawa nasab
orang-orang mulia dan besar di muka bumi ini. Ayahnya adalah Ya’qub.
Kakeknya adalah Ishaq. Dan buyutnya adalah Ibrahim, khalilur rahman. Alaihimus salam.
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Para ayah..., kini mana wajahmu. Wajah yang membanggakan. Wajah ramah. Wajah penuh wibawa. Wajah sarat nasehat.
Para ayah harus menyediakan waktu untuk memperlihatkan itu semua di
hadapan anak-anaknya. Dalam interaksi harian dan kebersamaan.
Kemudian, mana nasehat para ayah. Bisa jadi, sang anak berpaling saat
dinasehati hari ini. Tetapi jangan hentikan. Teruslah menasehati.
Belajarlah bagaimana Al Quran dan Rasul mengajarkan cara menasehati.
Terus dan terus. Jangan berhenti. Karena suatu saat anak-anak yang terus
tumbuh besar itu akan berterimakasih. Saat untaian kalimat itu terukir
di dinding yang ada di hadapannya. Saat masalah besar menjepit. Saat
itu, mereka akan mendoakan para ayah.
Nasehati tentang nilai kebaikan. Agar mereka terus menjaganya.
Nasehati tentang nilai kebaikan. Agar mereka terus menjaganya.
Nasehati tentang keburukan, dosa dan kesia-siaan. Agar mereka terus menjauhinya.
Dan nasehati tentang kebesaran. Hembuskan terus di hati mereka, bahwa
kelak mereka adalah orang-orang besar yang Allah kirimkan untuk
manusia.
Sampaikan bahwa mereka adalah keturunan orang-orang mulia dan hebat.
Sampaikan apa kebesaran dan kehebatan keluarga ini. Pesankan bahwa
mereka membawa nasab kebesaran dan kemuliaan itu.
Jangan pernah lelah ya, ayah.
Karena engkaulah, ayat Allah untuk anak-anakmu di bumi ini.

