1. Teguh tauhidnya, nabi Ibrahim (Ibrahim: 59-69)
2. Penyelamat agamanya dari fitnah, para pemuda Ashabul Kahfi
(Al-Kahfi: 13-14)
3. Membantu orang tua, saudarinya Musa disuruh ibunya
mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke istana.
Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab kalau
meleset ia akan mati dan bertanggung jawab pada orang tuanya.
Ia berani mengajukan saran kepada siapa bayi tersebut
disusukan (Surat Thaha: 40-38)
4. Pemudi dengan kesholehan mengagumkan yang terpaksa
mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya.
Dua anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
5. Berkata tidak pada maksiat syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
6. Tak mudah terprovokasi untuk berbuat dosa. Dua orang pemuda
yang satu pembuat roti tergoda untuk meracun raja, akhirnya ia
dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia
berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia
selamat. (Yusuf:36)
7. Pedamping Rasul (Musa). Dalam Tafsir Ibnu Katsir pedamping
nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi nabi setelah
meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)
mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke istana.
Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab kalau
meleset ia akan mati dan bertanggung jawab pada orang tuanya.
Ia berani mengajukan saran kepada siapa bayi tersebut
disusukan (Surat Thaha: 40-38)
4. Pemudi dengan kesholehan mengagumkan yang terpaksa
mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya.
Dua anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
5. Berkata tidak pada maksiat syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
6. Tak mudah terprovokasi untuk berbuat dosa. Dua orang pemuda
yang satu pembuat roti tergoda untuk meracun raja, akhirnya ia
dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia
berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia
selamat. (Yusuf:36)
7. Pedamping Rasul (Musa). Dalam Tafsir Ibnu Katsir pedamping
nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi nabi setelah
meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)

