Seminar Parenting Nabawiyah: Penyiapan Masa Baligh
Bertempat di Hotel Shanti, seminar Mendidik Anak menjelang Baligh Seminar yang diadaan oleh lembaga kami Yayasan Anak Emas, Terus terang tak banyak yang aku ketahui
tentang parenting nabawiyah. Apalagi yang berkaitan dengan usia jelang baligh
atau yang baru saja baligh.
Ustaz Budi Ashari, Lc.
mengawali acara. Dengan berbagai cerita tentang tanggapan orang tua terhadap
remaja. Sering hanya karena anak remaja tidak kumpul bersama teman-temannya
dikatakan tidak gaul dan bila melihat anak tawuran atau perbuatan khas
remaja…yaa memang begitulah remaja. Bagaimana? Apakah ini mindset yang harus dibenarkan?
Islam Menyiapkan
Generasi Menuju Baligh
Batasan baligh tidak sesederhana
sudah mimpi basah dan sudah haid. Lebih dari itu. Namun Arab kok menggunakan Murohaqoh yang artinya pubertas.
Sedangkan dalam kamus Arab bermakna kedunguan dan kebodohan. Bahasa Inggris teenager.
Padahal bila dilihat kondisi anak
muda khususnya kaum muda muslim sekarang lebih tepat di sebut dengan fata atau al futuah sebuah semangat dinamisasi yang luar biasa. Dalam Qur’an
ada tentang para pemuda Ashabul Kahfi. Karena tidak mau tercemar dari
lingkungan dan sistim yang rusak mereka bersembuyi di gua.
Kenapa yaa kok istilah saja
diributkan? Masalah? Menurutku, Ustaz Budi ingin bila bersinggungan dengan sipemilik
umur peralihan makna positiflah yang muncul di kepala. Ketika ustaz Ilham
bicara diawal tentang salah pandang tentang remaja yaa memang betul tak semua
pemuda harus mengalami hal-hal salah. Ada (banyak) pemuda (pada saat peralihan
umur) mereka aman-aman saja atau keguncangan dan kenakalan di usia ini bukan
yang pasti dan harus dilalui oleh anak-anak kita. Contoh pemuda Hijaz (Mekah dan Madinah pada zaman
Rasul dan sekarang) atau sederet prestasi yang diraih remaja Indonesia.
DR. Khalid Ahmad Asy
Syantut menyebarkan kuisioner pada
orang tua yang mempunyai komitmen tinggi terhadap Islam dan pendidikan Islam.
Anak-anak mereka
84 % tidak membangkang pada orang
tua,
52% tidak memilih teman yang tidak
disukai keluarga,
60%
orang tua menyibukkan waktu anak-anak mereka dengan hal manfaat, menghapal Al- Qur’an, membaca, camp musim panas
60% memandang usia remaja bukan
masalah.
64% anak-anak mereka melaksanakan
ibadah dengan sungguh-sungguh setelah usia baligh.
Sudah waktunya berkiblat pada
pendidikan Hijaz. Seperti apa itu? Budi Ashari dalam bukunya Remaja, antara
Hijaz dan Amerika (Kemaren aku tak sempat bertanya pada beliau mengapa Amerika
yang diambil bukan negara-negara di Eropa atau yang lainnya. Di Amerika sendiri
barangkali ada yang menggunakan parenting Nabawiyah)
- Nyalakan obor iman
- Munculkan semangat Fastabiqul Khairat
- Semangat harus dipadu dengan ilmu utuh
- Ayah bunda, damping mereka dalam kebaikan
- Beri mereka kepercayaan dan kesempatan!
- Katakan: Buktikan!
- Bimbing mereka hingga mengenali sendiri kemampuan mereka
- Mereka yang menyampaikan atau kita yang menyampaikan. Bila mereka sampai pada titik ahli tunggulah sampai mereka sendiri yang menyatakan. Apabila mereka tak kunjung mengemukakan padahal mereka sudah trampil itulah saatnya kita yang menyampaikan tentang keahlian mereka.
Gambaran Pemuda dalam Al-Qur’an
- Teguh tauhidnya, nabi Ibrahim (Ibrahim: 59-69)
- Penyelamat agamanya dari fitnah, para pemuda Ashabul Kahfi (Al-Kahfi: 13-14)
- Membantu orang tua, saudarinya Musa disuruh ibunya mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke istana. Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab kalau meleset ia akan mati dan bertanggung jawab pada orang tuanya. Ia berani mengajukan saran kepada siapa bayi tersebut disusukan (Surat Thaha: 40-38)
- Pemudi dengan kesholehan mengagumkan yang terpaksa mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya. Dua anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
- Berkata tidak pada maksiat syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
- Tak mudah terprovokasi untuk berbuat dosa. Dua orang pemuda yang satu pembuat roti tergoda untuk meracun raja, akhirnya ia dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia selamat. (Yusuf:36)
- Pedamping Rasul (Musa). Dalam Tafsir Ibnu Katsir pedamping nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi nabi setelah meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)
Begitu lebih kurangnya ilmu yang aku
dapat dari menghadiri seminar tersebut dan membaca buku yang aku peroleh. Kalau
ada kesalahan tentu itu karena kelemahanku dalam menangkap pesan.
Oh ya ada Training Parenting
Nabawiyah (PN) info www.parentingnabawiyah
Fase Baligh: Pemuda atau Remaja (kode
FB)
- Belajar mengenal konsep PN
- Forum diskusi untuk pengembangan pengetahuan peserta
- Simulasi pola komunikasi orang tua anak
- Belajar mengambil ibrah, tips dari Qur’an dan Hadits.
Pola Pendidikan PN sejak Dini (kode
GR)
- Konsep dasar PN
- Tahapan pola pendidikan PN sejak dini
- Menerapkan pendidikan tauhid
